Ming. Apr 5th, 2020

Pendidikan

Desa Langko – Hanya manusia sajalah yang diberi Allah karunia akal. Karunia ini menandakan bahwa itu adalah alat untuk berpikir dan dengan kemampuannya berpikir, Allah menanamkan ke dalam diri (ruh) manusia itu tujuan hidup, juga dengan akal itu, manusia satu-satunya makhluk Allah yang diberi kemampuan untuk berusaha mencapai segala keinginannya. Baik keinginan hidup senang di dunia, maupun senang di akhirat sana.

Dengan akalnya tersebut, manusia dapat mengetahui segala sesuatu rahasia penciptaan Allah SWT, baik yang ada di langit maupun di bumi. Untuk mengetahui itu semua, manusia membutuhkan pendidikan.

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang diperlukan untuk menjalani kehidupannya. Dengan pendididikan, seseorang dapat meraih cita-citanya dan mendapatkan kebahagiaan melalui ilmu yang dimilikinya. Lewat pendidikan, manusia ditempa menjadi seorang pemikir dan dapat hidup bermasyarakat.

Pendidikan dalam Islam

Pendidikan bukanlah hal baru yang kita kenal. Bahkan sejak Allah menciptakan alam semesta, konsep pendidikan telah tergoreskan. Dalam al-Quran, Allah SWT merupakan pendidik dan guru terbaik bagi seluruh makhluk-Nya. Dialah yang mengatur dan mengelola alam semesta ini. Karena menempati posisi sebagai pendidik terbaik, Allah tentu akan memberikan yang terbaik bagi anak didik-Nya (makhluk-Nya).

Ada pun para rasul adalah guru terbaik sepanjang sejarah. Allah mengutus langsung para rasul untuk mendidik manusia agar tetap berjalan dalam koridor Islam. Allah SWT berfirman, “Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab dan al-hikmah. dan sesungguhnya sebelum (kedatangan nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Ali Imran [3]: 164).

Imam Ghazali salah seorang pemikir besar muslim menilai pendidikan sebagai prinsip dasar pemasyarakatan manusia. Menyangkut hal ini, ia menyatakan, “Jika para ilmuan dan pendidik tidak ada, maka masyarakat akan hidup seperti hewan ternak.” Dengan kata lain, pendidikan dapat menaikkan derajat seseorang sehingga tidak sama dengan hewan.

Imam Ghazali juga menyatakan pendidikan merupakan ibadah dan upaya peningkatan kualitas diri. Pendidikan yang baik merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Dalam Islam, al-Quran beserta kandungannya merupakan ilmu pengetahuan. Isinya sangat bermanfaat bagi kehidupan, membersihkan jiwa, memperindah akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Hal inilah yang mendasari al-Ghazali berpendapat jika tujuan pendidikan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bukan mencari kedudukan, kemegahan dan kegagahan atau kedudukan yang menghasilkan uang. Karena jika tujuan pendidikan diarahkan bukan untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka dapat menimbulkan kedengkian, kebencian, dan permusuhan.

Pendidikan Bertauhid

Nah, untuk di negeri kita ini, pola pendidikan seperti apa yang diterapkan? Apakah pola pendidikan yang mengacu kepada Rasulullah (pendidikan bertauhid)? Atau pola pendidikan yang diperoleh dari sumber antah berantah?

 

Kiranya, jawaban sudah jelas dengan melihat rupa dan ragam generasi muda negeri ini. Generasi yang sebagian besarnya mulai terasingkan oleh nilai tauhid. Pendidikan diberlakukan sekadar status atau alat mengeruk keuntungan duniawi. Ada pun untuk mengenal Allah, jauh panggang dari api.

 Sumber : konfrontasi.com